BERCOCOK TANAM PORANG PADA LAHAN TERBATAS

 


Bercocok tanam porang dilahan terbatas

Sore ini seperti biasa saya bertandang ke rumah orang tua sekedar mengantarkan penganan kecil untuk cemilan dan mengobrol santai dengan mereka. Jarak rumah kami memang tidak terlalu jauh, cukup berjalan kaki saja. Orang tua saya tinggal disebuah rumah yang cukup besar. Sebenarnya rumah itu dulu tidak sebesar sekarang, namun seiring berjalannya waktu dan bertambahnya anggota dalam keluarga, maka bertumbuh pula rumahnya. Bapak mulai menambah pembangunan rumah kebelakang. Beliau tipikal orang yang menyukai ruangan luas dan lapang, apalagi jika ada acara keluarga besar. Ditengah kesehariannya beliau suka bersantai dan tidur di teras belakang sambil melihat pemandangan pepohonan hasil dari hobinya bercocok tanam. 

Terlihat Bapak yang tengah sedang asyik duduk didepan sabut-sabut kelapa. Minggu lalu ketika saya datang, Bapak terlihat sedang mengatur karung-karung di pekarangan rumah belakang. Karena penasaran saya menghampiri Bapak dan mulai bertanya apa yang sedang dilakukannya

 “Pak sedang menanam pohon apa?” tanya saya sambil mendekat ke tempat Bapak yang sedang mengatur karung.

“Porang Sis” Bapak berhenti sejenak begitu mendengar suara saya.

 “Oh Porang yang dari bibit katak itu ya?” sahut saya teringat kejadian dua bulan lalu.

Akhirnya Bapak menghentikan kegiatannya, lalu mengajak saya ke teras rumah untuk mengobrol. Kebetulan mami sudah memanggil kami untuk minum teh hangat dan mencicipi cemilan yang saya bawa tadi.

Jadi sekitar dua bulan sebelumnya Mami meminta saya untuk mencarikan bibit tanaman porang yaitu bibit katak melalui toko online. Saya mencarinya via gawai dan masuk ke salah satu aplikasi toko online. Disana banyak ditawarkan berbagai jenis bibit katak porang. Akhirnya pilihan jatuh ke bibit katak tanaman porang dengan berat 100 gram seharga Rp.200.000,- belum termasuk ongkos kirim. Setelah prose pembelian tersebut, saya tidak mengikuti kegiatan Bapak lagi sampai dengan hari ini, dimana saya melihat keasikan Bapak yang sedang mencacah sabut kelapa.

Pengertian Porang

Sebelum melanjutkan cerita saya, ada baiknya saya tuliskan dulu pengertian porang itu sendiri supaya lebih memahami. Pengertian terkait porang ini saya dapat dari berbagai sumber.

Porang (Amorphophallus muelleri Blume) adalah salah satu jenis tanaman dari marga Amorphallus yang termasuk ke dalam suku talas-talasan (Araceae). Tanaman tersebut hanya terdapat di daerah tropis dan sub-tropis. Pada masa lalu di Indonesia tanaman ini belum banyak dibudidayakan dan hanya tumbuh secara liar di hutan-hutan, di bawah rumpun bambu, sepanjang tepi sungai dan di lereng-lereng gunung.


                      Tanaman Porang dalam karung  - Dok Pribadi

Beberapa tahun terakhir ini tamanan porang (Amorphophaus muelleri) menjadi populer karena permintaan porang di pasar dunia terus meningkat sehingga banyak pihak yang tertarik untuk membudidayakan. Prospek dari komoditas ini bisa dikatakan memang sangat potensial karena memiliki nilai ekonomi terutama untuk industri dan kesehatan (Faridah, et al., 2012).

Dilihat dari segi ekonomi, tanaman ini lebih menguntungkan dengan hasil yang didapat lebih cepat dan besar dibanding komoditas pertanian lainnya seperti padi, jagung, karet, kopi, tebu, dan lain-lain. Tanaman porang memiliki nilai ekonomi yang perlu dikembangkan karena menawarkan peluang ekspor yang cukup besar (Sulistiyo et al, 2015).

Data Badan Karantina Pertanian (2021) menyebutkan bahwa terdapat kenaikan 160% nilai ekspor porang yaitu ekspor porang semester I tahun 2019 tercatat sebanyak 5,7 ribu ton dan semester I tahun 2021 yaitu 14,8 ribu ton. Untuk kepentingan ekspor porang ini, Kementerian Pertanian sedang mendorong pengembangan budidaya porang agar volume ekspornya terus meningkat karena selama ini, salah satu kendala terbesar ekspor porang di Indonesia terletak pada keterbatasan pasokan bahan baku.

Baiklah itu tadi sedikit pengetahuan tentang apa sih tanaman porang. Yang menggelitik saya sebenarnya adalah, kok bisa ya Bapak memilih tanaman Porang untuk bercocok tanam?

Dua tahun yang lalu sekitar  tahun 2019 Bapak mulai mempelajari tentang  tanaman porang. Awalnya pada musim hujan pertama, terlihat ada tanaman liar dibawah pohon Rambutan di kebun belakang. Karena penasaran dengan tanaman tersebut, maka Bapak mencoba mencari tahu. Suatu hari saat melihat tayangan berita di salah satu televisi, akhirnya Bapak tahu ternyata itu adalah tanaman porang. Buahnya sejenis umbi-umbian atau talas. Setelah mencari tahu kenapa sampai tumbuh dibawah pohon rambutan, ternyata porang ini bisa tumbuh disegala media tanah asalkan tanah tersebut gembur. Sepertinya biji atau bibit porang ini dibawa oleh binatang, entah kelelawar atau sejenisnya. Binatang tersebut membawa dan membuangnya dimana saja, hingga akhirnya bibit porang itu dapat tumbuh.

                                                                   Tanaman porang dalam karung polyback - dok pribadi

Menurutnya prospek komoditas porang ini sangat bagus. Selain nilai ekonominya yang tinggi, ternyata porang yang dihasilkan, bisa dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan beras dan tepung, juga makanan lain. Apalagi untuk mereka yang sedang menjalani diet, makanan dengan bahan dasar porang itu sangat bagus karena porang ini termasuk hidrat arang yang tidak mengandung gula. Itulah yang mendasari kenapa Bapak memilih porang untuk bercocok tanam.

kandungan glukoman dalam tanaman porang membantu dalam  mengurangi kadar kolesterol di darah. Selain itu, serat yang terdapat pada porang juga biasa digunakan sebagai alternatif diet, baik untuk menurunkan berat badan maupun untuk orang yang memiliki diabetes. Namun ada yang harus menjadi catatan, bahwa penggunaan porang untuk mengobati penyakit harus tetap dikonsultasikan terlebih dahulu ke dokter. Hal ini dikarenakan ada efek samping yang bisa dirasakan jika badan Anda memiliki ketidakcocokan dengan kandungan porang. Sehingga dikhawatirkan menimbulkan efek samping.

                                           Ilustrasi Tanaman Porang. foto/istockphoto –Tirto.id

kini sedang naik daun dan menjadi sorotan baik masyarakat nasional hingga internasional. Bahkan, Presiden Joko Widodo mengatakan nantinya porang akan menjadi makanan pengganti beras pada masa depan. Harapan itu senada dengan prospek pertumbuhannya di Indonesia. Padahal, sebelumnya tanaman ini tumbuh secara liar karena masih jarang dikenal, sehingga tidak ada upaya budidaya. Tetapi saat ini, mulai banyak petani yang mengkomersilkan pertumbuhan umbi porang di Indonesia.

Media Tanam dan Cara Menanam Porang

Awalnya Bapak ingin pulang kampung dan mencari lahan untuk menanam porang. Tapi mengingat usia Bapak yang sudah tidak bisa dibilang muda, akhirnya Bapak mempunyai ide  memanfaatkan lahan terbatas di pekarangan rumah untuk bercocok tanam porang dengan media tanam yang disesuaikan kondisi.

                                                                Bapak sedang memeriksa tanaman porang - dok pribadi

Jika dibandingkan dengan luas tanah di pedesaan yang biasanya digunakan untuk menanam porang, maka luas pekarangan belakang rumah bisa dikatakan terbatas bahkan sempit. Selain tanaman porang, disana juga ada beberapa tanaman lain seperti rambutan, mangga, katuk, jambu air, pisang dan lainnya. Dengan menggunakan karung-karung polyback bekas yang sudah ada dan daun-daun juga  ranting–ranting pohon dari tanaman yang ada dipekarangan. Selain itu sabut kelapa yang sudah tidak terpakai menjadi media tanam porang ini. Sabut kelapa bisa didapat dari orang yang mau membuang, biasanya tempat-tempat penjualan minuman es kelapa yang ada disekitar rumah. Dibawah ini adalah media dan cara menanam porang  yang dilakukan oleh Bapak Harun Sumantri :

Media tanam porang dilahan terbatas:

1.       Bibit katak porang

2.       Karung polyback bekas/baru

3.       Tanah

4.       Sabut kelapa bekas

5.       Sekam padi

6.       Pupuk kotoran sapi

 

Cara menanam porang :

1.       Lapisan bawah terdiri dari tanah setinggi 40cm.

2.   Lapisan kedua terdiri dari sabut kelapa yang sudah dicacah setinggi 20 cm. Sabut kelapa ini berfungsi sebagai spons untuk menyerap air.

3.       Lapisan ketiga adalah daun-daunan dan ranting pohon yang  jatuh dari pohon.

4.      Lapisan keempat adalah campuran dari sekam padi dan pupuk kandang kotoran sapi yang sudah difermentasi.

5.       Bibit katak ditanam diantara sekam padi dan pupuk kandang.

 

                                                            Bibit katak porang yang mulai tumbuh setelah 2,5 bulan - dok pribadi

Sampai saat ini tanaman porang Bapak sudah masuk dua bulan lebih, dan sudah ada diantara tanaman porang tersebut yang berbuah bibit katak diantara daunnya.

Bibit katak porang yang sudah tumbuh - dok pribadi

Porang memerlukan unsur air, matahari dan unsur hara.  Porang tidak menghendaki tanamannya tergenang air. Salah satu alasan kenapa menggunakan karung polyback adalah  karena karung menyerap air sehingga tanaman dapat teraliri dengan baik dan merata . Tanaman porang disiram dua hari sekali sebanyak dua gayung standar. Jika hujan turun maka tanaman porang  tidak perlu disiram, tunggu dua hari lagi sesuai jadwal.




Menanam porang diteras dan pekarangan belakang - dok pribadi




 Usia proses dari mulai awal ditanam sampai dengan siap dipanen adalah sekitar 6 sampai 7 bulan. Kita akan mengetahui porang itu siap untuk dipanen ketika  tanaman porang  layu dan luruh sendiri secara alami. Satu tanaman menghasilkan satu umbi atau buah. Sementara dalam satu tanaman porang bisa menghasilkan beberapa biji bibit tanaman porang katak.

 

Untuk biaya sendiri, Bapak tidak mengeluarkan biaya besar untuk bercocok tanam porang ini. Berikut adalah perkiraan biaya yang dibutuhkan.  

1.       Pembelian bibit katak 1 kg sebesar Rp.200.000,-  (berisi +/- 150 biji)

2.       Sekam padi 1 karung besar Rp. 25.000

3.       Pupuk kandang  yang sudah difermentasi Rp.20.000 /10 kg (1 karung)

4.       Karung –karung polyback didapat dari orang yg membuang puing-puing  ke pekarangan rumah

5.       Sabut kelapa didapat dari penjual kelapa atau es kelapa disekitar rumah.

6.       Daun-daun dan ranting pohon dari pekarangan

Jika dilihat dari perincian diatas, cukup bermodalkan untuk membeli bibit porang katak, pupuk kandang dan sekam padi, sisanya Bapak memanfaatkan dari sekitar dan orang yang memberi atau membuang puing dan sabut kelapa.

Untuk bibit porang katak yang sudah tumbuh, nantinya akan ditanam kembali sebagai bibit. Dan untuk umbinya akan di tanam kembali untuk masa kedua kali agar volumenya lebih besar. Pola tanamnya menjadi dua kali. Dengan harapan volume porang akan bertambah sampai kurang lebih 7 kg. Dengan catatan porang tersebut sehat tidak sakit atau berjamur. Untuk hasilnya, porang bisa dikonsumsi sendiri atau dijual ke pengepul dan pabrik penerima hasil panen porang.

                                                                               dok pribadi

Nah, itu dia pengalaman dari Bapak Harun Sumantri dalam bercocok tanam porang dilahan terbatas. Semoga pengalaman beliau dapat menjadi inspirasi bagi siapapun yang ingin mencoba untuk bercocok tanam porang. Karena keinginan dan niat yang kuat akan membawa kita menjadi mudah untuk melakukan hal yang tak biasa. Tetap semangat dan konsisten dalam menjalaninya sehingga akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa, dan pastinya kepuasan batin yang tak terkira akan didapatkan. 

Salam,

 

 

Sumber :

1. Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah, Vol.5, No.1, Juni 2021, Hal. 47 – 55 p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079 ANALISIS USAHATANI PORANG (Amorphophalus muelleri) DI KECAMATAN MANCAK, KABUPATEN SERANG, PROVINSI BANTEN PENGARUH PORANG (Amorphophalus muelleri) FARMING ANALYSIS IN MANCAK SUBDISTRICT, SERANG DISTRICT, BANTEN PROVINCE, author : yuniarahayuningsih 1)Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Jl. Tirtayasa, Sindangsari, Kec. Pabuaran, Serang, Banten

2. Artikel ini telah tayang di Katadata.co.id dengan judul "7 Manfaat Tanaman Porang dari Kesehatan hingga Industri" , https://katadata.co.id/safrezi/berita/619da5979ea0c/7-manfaat-tanaman-porang-dari-kesehatan-hingga-industri
Penulis: Muhammad Irfan Al-Amin
Editor: Safrezi

3. "Mengenal Tanaman Porang: Manfaat, Harga, Budidaya, & Nilai Bisnis", https://tirto.id/ekCF Penulis: Yulaika Ramadhani Editor: Agung DH


Comments

  1. Bapaknya telaten banget ya Mba.. saya pun baru tahu tanaman Porang. Terimakasih artikelnya.
    Sehat terus buat Mba dan keluarga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masya Allah, Alhamdulilah beliau memang sangat menyukai bercocok tanam, sehat juga buat Mba Amelia dan keluarga ya.

      Delete
  2. Di kampungku juga ngehits ini Mbak, soalnya harganya masih terbilang mahal. Tapi entahlah beberapa tahun ke depan apa masih bagus harganya. Soalnya di kampung ada beberapa petak sawah yang sudah dirombak, alih fungsi jadi untuk nanam porang ini. Tergiur dengan harga jualnya, bila dibandingkan dengan bercocok tanam padi sangat jauh nilai jualnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga harganya semakin baik ya melihat prospek Porang kedepannya juga meningkat. Selain untuk bahan baku pembuatan tepung, Porang juga mempunyai manfaat lainnya. Porang sudah menjadi komoditi pertanian unggulan ekspor baru selain beras. Apalagi setelah Bapak Presiden Jokowi meminta agar Porang tak lagi diekspor keluar negeri dalam bentuk umbi melainkan dalam bentuk olahan.

      Delete
  3. Terimakasih informasinya. Sebagai yang tidak paham tanaman, aetikel ini menambah pengetahuan saya

    ReplyDelete
  4. Pas banget kebetulan bapak di kampung halaman sedang galau mau nanem apa. Bisa kusarankan nanem Porang aja ini .. makasih ya mbak

    ReplyDelete
  5. Waw, bercocok tanam kalau sudah jadi hobi memang menyenangkan ya Mba, apalagi dilakukan oleh orang tua kita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar Mbak, untuk orang tua memang harus banyak melakukan kegiatan yang menyenangkan hati dan pikirannya, supaya tidak stress dimasa tua hehehe

      Delete
  6. Teman saya ada yang menanam porang Mb. Hampir tiap hari selalu update tentang keuntungan menanam porang. Meskipun sebenarnya saya sendiri belum terlalu paham dengan keuntungan
    dan menanam tanaman porang dan membudidayakannya.

    ReplyDelete
  7. Nah, saya baru tahu kalo porang punya banyak manfaat dan natinya diharapkan bisa menggantikan beras. Terima kasih sharing-nya mbak. Artikel ini menambah wawasan dan pengetahuan saya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, sama-sama Mbak saya juga tahu tentang Porang ini dari Bapak.

      Delete
  8. masyaallah kreatif ya mbak, sy sepertinya menyerah duluan hehehe
    anyway, terima kasih sharing menariknya mbak

    ReplyDelete
  9. Ternyata ada tanaman porang dan manfaatnya banyak sekali. Cuma seringnya kalau lihat tanaman itu aku ga tau namanya dan manfaatnya apa. Lihat halaman rumah bapaknya Mba, kayaknya adem sejuk ya..
    Terimakasih shringnya, menambah wawasan baru buat aku

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, iya sama Mbak saya juga gitu, harus dikenali dulu memang bentuk tanamannya baru tahu namanya setelah dikasih tahu hehehe. Terima kasih juga Mbak

      Delete
  10. MasyaaAllah, semoga Bapak sehat selalu ya.
    Saya baru tahu ada tanaman sejenis talas, bernama Porang, yang ternyata khasiatnya juga bisa mengurangi kolesterol ya mbak. Terima kasih tips dan cara menanamnya, manfaat buat saya untuk eksplorasi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masya Allah..Amiin Ya Rabbal Alamiin.. terima kasih doanya untuk Bapak saya. Mbak dan keluarga juga sehat selalu ya. Iya itu salah satu manfaatnya mbak

      Delete
  11. MasyaAllah, melihat bapaknya Sis Meilan jadi ingat almarhum papa mertua saya yang juga suka sekali bercocok tanam di pekarangan rumah. Sayang anak dan mantunya nggak ada yang mengikuti hobi beliau.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wafiika Barakallah Mbak Alfa. Al Fatihah buat bapak mertuanya.

      Delete
  12. Di kampung sy tanaman ini cukup ngehits soal.y harga.y lumayan mahal

    ReplyDelete
  13. Masyaa Allah. Bapaknya telaten banget berkebun. Mirip suamiku juga yang suka menanam. Sampai sampai halaman belakang disulap jadi kebun kecil. Katanya suka lihat yang hijau jadi dia berkebun.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wafiika Barakallah Mbak, Alhamdulillah ya jadi asri halaman belakangnya, mantap.

      Delete
  14. Minggu kemarin sempat liat beberapa artikel mulai bahas tanaman porang, sepertinya memang sedang hits, ya
    Liat halaman rumahnya adem banget, kalau dekat ingin mampir

    ReplyDelete
  15. Baru pertama kali denger nama tanaman ini, mbak. Satu tanaman cuma satu buah ya mbak. Buahnya segede apa ya mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya benar satu tanaman hanya satu buah, ilustrasi foto ada di artikel saya, buahnya besar, mulai dari 4 -7 kg

      Delete

Post a Comment

Popular Posts